UKP SISTEM PERAWATAN PERMESINAN

Leave a comment

  •                                                                       SISTEM PERAWATAN PERMESINAN

    Perusahaan pelayaran yang menjalankan transportasi laut adalah :

    ·         Badan usaha atau bisnis untuk mendapatkan profit,

    ·         Ssecara ekonomis harus mampu menunjukkan kebutuhan sendiri,

    ·         Bisnis utamanya adalah industri angkutan laut,

    ·         Selalu melibatkan sarana angkutan laut,

    ·         Usaha yang memiliki tingkat spesifikasi tinggi,

    ·         Sangat tergantung pada jenis pengalaman tertentu,

    Penataan kondisi adalah dari preventif manitenec(perawatan pencegahan)dari manejemen perawatan kapal:

    Jawab:

    ·  Memeriksa kemerosotan komponen system,kapan tindakan perawatan yang harus di lakukan

    ·  Memeriksa pola meter krisis pengoperasian komponen system yang menyebabkan perubahan mendadak yang tidak di terima untuk kelanjutan operasi.

    ·   Memungkinkan tindakan segera untuk mencegah kerusakan,

    ·  Membuat prediksi apa yang menjadi kebutuhan di waktu yang akan datang,

    Bidang jaza yang di perlukan oleh sebuah perusahaan pelayaran bagi industri lautnya antara lain :

    ·  Bidang jaza asuransi,

    ·  Bidang jaza perbaikan dan klasifikasi,

    Tugas-tugas pokok dari:

    ·  Manajemen asset : bertanggung jawab untuk pembelian atau mengontrak kapal dan dapat menjual kapal ke pasaran tangan kedua atau menyerahkan ini kepada menejer armada sebagai carter kapal kosong,

    ·  Manajemen armada : yang mengambil kapal dari manajemen asset atau dari pihak  luar berdasarkan suatu kapal kosong dan akan melengkapi kapal itu dengan anak buah kapal serta perlengkapan-perlengkapan lain agar siap berangkat ke laut,

    ·  Manajemen operasi : yang menyewa kapal berdasarkan center menurut waktu dari manajemen armada atau berdasarkan sesuatu carter yang cocok menurut pasangan terbuka.

    Sebelum menyusun perawatan dan perbaikan kapal,KKM harus memperhatikan beberapa hal yaitu:

    ·  Batas jam kerja dari setiap mesin maupun bagian-bagiannya (misalnya:motor induk,mesin bantu/gnerator,injektor,katup-katup buang,dll)yang dapat di peroleh dari buku menual masing-masing mesin alat.

    ·  Catatan riwayat  pekerjaan perawatan/perbaikan yang di lakukan sebelumnya.

    ·  Daftar survey yang sudah di susun oleh biro klasifikasi,

    ·  Catatan hasil pemantauan/pengamatan selama dines jaga,

    ·  Intruksi dari kantor pusat/perusahaan dari biro klasifikasi,

    Fungsi dari manajemen yaitu :untuk pengelolaan atau proses pengaluran yang di butuhkan untuk organisasi atau perusahaan bisnis untuk mencapai tujuan melalui kerja dengan orang lain.

    TANGGUNG JAWAB DAN WEWENANG NAHKODA ISM KODE :

    1.       Penerapan kebijakan keselamatan dan perlindungan lingkungan perusahaan.

    2.       Mendorong awak kapal dalam mematuhi kebijakan yang di maksud.

    3.       Mengeluarkan perintah dan petunjuk yang tepat dengan jelas dan sederhana.

    4.       Memastikan bahwa persyaratan tertentu,

    5.       Mengkaji SMK dan melaporkan kekurangannya kepada manajemen di darat.

    Tugas dan tanggung jawab nahkoda yaitu :

    Pimpinan kapal secara menyeluruh di atas kapal yang berpegang kepada perusahaan dan syahbandar dan kepada UU yang berlaku :

    TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB KKM YAITU:

    Pinpinan di kamar mesin yang mengatur manajemen di kamar mesin agar main engine dan auxiliary engine serta instalasi lainnya agar tetap beroperasi dengan normal dan di laporkan kepada nahkoda dan perusahaan.

    Perawatan insidentil yaitu pelaksanaan  pekerjaan sesuai dengan perawatan rutin di dasarkan waktu pengoprasian jam kerja dari pesawat-pesawat yang di perbaiki.

    Selain arus listrik yang harurs di suplai oleh pihak dok kekapal unntuk kebutuhan sehari-hari maupun keselematan kapal yaitu :

    ·  Memasang  sambungan air pendingin untuk provision refrigenarator dan air conditioner.

    ·  Bila di musim dingin maka di sambung aliran steam untuk kemesin air conditioner.

    ·  Shore connection untuk line fire fighting di sambung ke galangan dan krannya di buka trus selam kapal di galangan untuk mengantisipasi kebakaran di kapal.

    Keuntungan menggunakan komputer untuk menunjung planned manajement system PMS yaitu :

    ·  Penyimpan dan akses ke informasi untuk mudah di capai.

    ·  Analisis kinerja fungsi dan pengontrolan kondisi dapat di susun secara luas.

    ·  Percetakan permintaan secara otomatis.

    ·  Dapat di kembangkan hingga program perawatan terbaru dan meliputi bidang  pengontrolan perawatan lain seperti suku cadang,perbaikan,dicking anggaran,erbandingan dll.

    Penjelas TSAR yaitu :

    Merupakan singkatan dari timeregistering systematik vedike hold arkivering and reservedeler yang berarti catatan kerja sistimatik perawataan kearsipan dan sistem suku cadam ,sistim ini telah di perkenalkan pada industri perkapalan sejak tahun 1971,dan sejak  itu telah di pergunakan secara meluas dalam industri perkapalan dan lepas pantai.

    Tujuan dari system perencanaan perawatan (PMS):

    1.       Memungkinkan kapal beroperasi secara reguler dan meningkatkankeselamatan baik awak kapal atau peralatan.

    2.       Membantu perwira kapal menyusun rencana dan mengatur dengan lebih baik,sehingga meningkatkan kinerja kapal dan mencapai maksud dan tujuan yang sudah di tetapkan para manejer di kantor pusat.

    3.       Memperhatikan pekerjaan yang paling mahal berkaitan dengan waktu dan material ,sehingga mereka,yang terlibat dapat meneliti metode untuk dapat mengurangi biaya.

    4.       Dapat melaksanakan tugas secara sistematis tanpa mengabaikan hal-hal terkait,dan melakukan pekerjaannya dengan cara paling ekonomis.

    5.       Memberikan kesinambungan perawatan.

    6.       Menghasilkan fleksibilitas.

    7.       Memberikan informasi umpan balik yang dapat di percaya ke kantor pusat.

    8.       Sebagai bahan informasi  yang di perlukan bagi pelatihan.

    Hal yang harus di perhatikan oleh KKM sebelum mengajukan permintaan spare part/suku cadang kepada pihak perusahaan yaitu:

    ·  Pengecekan jenis suku cadang dari setiap mesin/alat yang memerlukan,termasuk merk dan type mesin,nomor seri,nomor suku cadang dll.

    ·  Pengecekan jumlah suku cadang dari setiap suku cadang dan jika dianggap kurang.

    ·  Pengajuan permintaan kekantor pusat.

    Prosedur penerimaan spre part/suku cadang dari pihak supplier ke pihak kapal adalah:

    ·  Sebeelum menerima suku cadang di periksa dulu daftar pengirim yang di bawa suplier apakah sesuai dengan daftar permintaan.

    ·  Selanjutnya di periksa dengan teliti,apakah barangnya tepat/cocok sesuai permintaan,baik jenis,merk,nomor,ukuran dan jumlahnya.

    ·  Jika ada hal-hal yang tidak cocok barang yang dikirim harus di kembalikan atau minta untuk di ganti yang tepat.

    ·  Setelah cocok dan dapat di terima,penerimaan ini harus cepat di catatdi dalam buku inventaris dan jumlah persediaan di perbarui/diupdate.

    Kerugian-kerugian bila kapal delay(tidak beroperasi) yaitu :

    ·  Kerugian pada perusahaan,

    ·  Kapal kehilangan muatan,

    ·  Penambahan biaya air,bahan bakar pada saat delay,

    ·  Penambahan biaya crew,

    Kebocoran pada katup buang/isap yang terdapat pada mesin 4 tak dapat diketahui melalui :

    ·  Melihat dari ruang katup terdapat arang dari hasil pembakaran bahan bakar tersebut ini disebabkan karena pada saat kompresi pembakaran bahan bakar masuk keruang katup isap

    ·  Putaran mesin tidak bisa normal di karnakan adanya kebocoran kompresi pada saat posisi piston kompressi akhir.

    Langkah yang di ambil untuk memperbaikinya akhir :

    ·  Cylinder head yang kebocoran katup buang/masuk tersebut di angkat atau di lepas dari mesin.

    ·  Katup buang dan katup masuk di lepas kemudian kerak-kerak yang menempel pada cylinder head dan katup buang/masuk dibersihkan.

    ·  Kemudian katup buang/masuk di skir dengan menggunakan ambril setelah di perkirakan sudah rata/rapat betul.

    ·  Selanjutnya katup buang/masuk di pasang kembali ke cylinder head setelah terpasang rapi,katup buang masuk di test untuk di ketahui kebocoran tersebut setelah pengetesan dianggap baik.

    ·  Selanjutnya cylinder head di pasang kembali kemesin.

    Fungsi manajemen”planing”dalam tugas di kamar mesin adalah mengkordinis berbagai kegiatan dan sumber daya di kamar mesin untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

    Hal-hal yang di lakukan pada saat pemeriksaan mmingguan yang berkaitan dengan :

    ·  Yang berkaitan dengan keselamatan adalah :

    ü  Latihan sekoci penolong,

    ü  Latihan pemadam kebakaran,

    ü  Man over boad,

    ·  Yang berkaitan dengan kesehatan adalah :

    ü  Kebersihan dapur,

    ü  Kebersihan ruang gang room,

    ·  Yang berkaitan dengan lindungan lingkungan adalah :

    ü  Pembakaran sampah dengan menggunakan incinerator,

    ü  Pengetesan oil water separator(ows),

    Persamaan dari system perawatan preventif dan korektif adalah : tetap sama-sama merawat dan memantau kondisi mesin sebelum terjadi kerusakan.

    Perbedaan dari sistem perawatan preventif dan korektif adalah :

    ·  Kalau system perawatan preventif yaitu : perawatan yang jarak di tentukan oleh waktu kelender atau waktu operasi,tetapi menurut pemantuan langsung terhadap kondisi mesin dan perlengkapangnya.

    ·  Sedangkan system korektif yaitu : untuk menemukan kembali informasi tentang kondisi dan perkembangannya sebelum terjadi kerusakan.

    Kegiatan-kegiatan terhadap kemampuan kapal untuk perwatan-perawatanyang buruk dari segi kwalitas,sebagai berikut:

    ·  Waktu operasi yang menurun(down time),

    ·  Lamanya waktu operasi yang menurun dan akan bergantung atas tersedianya suku cadang dan jaza penunjang,

    Pengawasan suku cadang(spare part)dalam hal penyimpanan adalah :

    ·  Tempat penyimpanan harus dapat di lihat secara keseluruhan dengan baik,

    ·  Mudah untuk menyimpangnya atau pengambiilangnya,

    ·  Setiap pengambilan suku cadang harus di catat di lorm penggunaan suku cadang,

    ·  Setiap suku cadang yang baru atau suku cadang,

    ·  Pemakaian yang di ganti harus di laporkan kepada cief enginer guna untuk di sampaikan kepada office untuk administrasi material,

    Kegunaan dari bahan kimia penunjang perawatan :

    ·  ACC-9(air cooler cleaner) :

    Gunanya sebagai bahan kimia untuk membersihkan kotoran yang ada pada instalasi/system dari udara bilas,

    ·  Carbon remover :

    Gunanya sebagai bahan kimia untuk membersihkan kerak-kerak atau arang hasil pembakaran bahan bakar yang tidak ssempurna,

    ·  Rust remover :

    gunanya sebagai bahan kimia untuk menghancurkan kerat-kerat atau arang yang terdapat pada bagian-bagian peralatan  yang beroksidasi dengan udara asam dan air laut,

    ·  Fuel oil treatmen :

    gunanya sebagai bahan kimia campuran untuk bahan bakar berat (MFO)yang di pakai untuk mesin utama dengan perbandingan 1 liter fuel cil treatmen untuk 160 kl MFO,

    ·  Elektrik cleaner :

    Gunanya sebagai bahan kimia cair untuk membeersihkan semua peralatan listrik termasuk bagian NCB,dan tidak merusak bagian komponen listrik,

    ·  Diesel engine water treatmen :

    Gunanya sebagai bahan kimia campuran untuk perawatan air pendingin mesin,membersihkan kotoran dan melindungi korosi dalam sistem pendingin tertutup,

    Pemeliharaan berencana(planned manitenece) adalah pekerjaan perawatan yang harus di rencanakan sejauh mungkin dengan mempertimbangkan keterbatasan pengopeerasian (poin perdagangan,ketersediaan suku cadang,awak kapal)

    Dalam rangka perawatan kita mengenai dan melaksanakan :

    ·  Tanggung jawab perawatan adalah kewajiban mengenal jangka waktu perawatan yang akan di lakukan secara priodic mengenai hal-hal yang akan di kerjakan.

    ·  Organisasi adalah struktur atau bagian-bagian dari suatu pembagian tugas dan tanggung jawab penggalangan.

    ·  Perogram kerja dan pengaturannya yaitu adalah salah satu kegiatan guna memberikan pedoman dan arahan dan arahan dalam melaksanakan pekerjaan yang akan di lakukan sehingga pekerjaan dapat di lakukan dengan ter arah.

    ·  Pendanaan dan pembukaan adalah salah satu bentuk kegiatan dari struktur ekonomi mengenal perhitungan biaya sekaligus pencatatan/pelaporan atas biaya yang telah di keluarkan.

    Yang di maksud dengan spesifikasi dan hal apa saja yang terjadi apa bila pembuatan specifikasi tidak baik (bagi pemilik kapal dan galangan)

    ·  Specifikasi adalah dasar kontrak perbaikan kapal antara pemilik kapal dengan galangan meliputi baik waktu maupun penawaran harga dan tarif.

    ·  Hal-hal yang terjadi bila pembuatan specifikasi tidak baik :

    ü  Bagi pemilik kapal : akan menimbulkanbiaya yang lebih tinggi dari perkiraan semula dan waktu akan lebih lama di galangan.

    ü  Bagi galangan : akan mengakibatkan pembatalan pekerjaan-pekerjaan lainnya yang telah di setujui,serta perubahan jadwal perbaikan.

    Konvensi IMO yang berkaitan dengan operasi kapal dan uraikan bagaimana hubungannya denngan perawatan :

    a.       SOLAS 1974 amandemend  1978/1981 dan 1983,

    b.      Marine polution 1973,protocol 1978,

    c.       STCW 1978/1995/2002,

    5 pertimbangan dasar dalam kasus suatu kapal :

    a.       Pemilik kapal berkewajiban atas keselamatan dan kelak lautan kapal.

    b.      Mempertahankan nilai modal dengan cara memperpanjang umur ekonomis,serta meningkatkan nilai jual sebagai kapal bekas.

    c.       Mempertahankan kinerja kapal sebagai sarana angkutan denan meningkatkan kemampuan dan efesiensi kapal.

    d.      Memperhatikan efisiensi biaya-biaya operasi kapal yang harus di perhitungkan.

    e.      Pengaruh linngkuungan di kapal terhadap awak kapal  dan kinerja.

    Jenis-jenis survey yang di wajibkan :

    a.       Hull survey dapat di laksanakan sambil berlayar(surveyor on board)

    b.      Continuous machyneri survey 5 tahun oleh KKM di setujui biro klasifikasi.

    c.       Botton survey 5 tahun,

    d.      Under water survey 2 ½ tahun,

    e.      Machinery survey(pemantauan kondisi),

    f.        Running test (cukup untuk survey sejumlah komponen)

    Badan-badan survey yang di akui dunia:

    a.       Amerika bureau of shipping(ABS)berrpusat di new york (amerika serikat ),

    b.      Lloid register of shipping (LRS)berpusat di londong(ingris),

    c.       Germanischer llioyd (GL) berpusat di hambung (jerman ),

    d.      Det norsko veritas (DNV) berpusat di oslo (norwegia),

    e.       Bureau veritas (BV) berpusat di paris (perancis),

    f.        Registro italiano navate (RI),Berpusat di roma (itailia),

    g.       Noppon taikoku kalji kyokai (NK) berpusat di tokyo (jepang),

    Pihak-pihak utama yang terlibat dalam pelaksanaan docking kapal adalah general  manajer (direktur utama) di mana membawahi :

    ·         Bagian teknik  sebagai desain perencanaan dan operasional,

    ·         Bagian ekonomi  merencanakan unsur biaya,

    ·         Bagian keperawatan  penyedian tenaga dan statick,

    Contoh dalam pelaksanaan tugas di kamar mesin pada tiap fungsi manajemen di atas :

    ·  Planning : sebelum melakukan suatu kegiatan perawatan terlebih dahulu di buat karangka rencana kerja (working plan) seperti jika akan mencabut piston mesin induk sebelum kapal tiba di pelabuahan sudah di buat rencana kerjanya.

    ·  Organizing : menyusun/menunjuk siapa saja yang akan mengerjakan (team work) pekerjaan yang telah di rencanakan di atas.

    ·  Actuating : memberi arahan atau menjelaskan pekerjaan yang akan di kerjakan dan cara pengerjaannya.

    ·  Controlling : mengawasi dan sekaligus meminpin jalannya pekerjaan yang  sedang di lakukan untuk menghindari kesalahan dalam pekerjaan.

    Tindakan yang harus di lakukan dan dokumen yanng di persiapkan bila terjadi kerusakan di lautan :

    ·  Nahkoda dan perwira kapal merundingkan langkah-langkah yang harus diambil dalam menannggulangi setiap kejadian atau kerusakan diatas kapal.

    ·  Melihat apakah cuaca mengijinkan untuk melakukan repair .

    ·  Bila ada badai lewat perlu di lihat apakah mesin memungkinkan untuk terus berlayar.

    ·  Lakukan floating repair permanent temporary.

    ·  Apabila cuaca tidak memungkinkan untuk terus melanjutkan pelayaran dengan alasan kndisi mesin rusak maka untuk kepentingan asuransi perlu ada intruksi tertuulis dari nahkoda demikian juga KKM membuat jawaban tertulis.

    ·  Bikin berita cuaca dan catat dalam”loog book”dan laporkan ke kantor pusat.

    ·  Bila menuju pelabuhan terdekat hubungi agent.

    ·  Laporkan kepada syahbandar setempat.

    Petunjuk tentang akibat-akibat kesalahan normal dalam hubungannya dengan frekuensi getaran mesin:

    ·  Ketidak seimbangan putaran,

    ·  Pemasangan coupling yang tidak lurus,

    ·  Poros  yang  bengkok,

    ·  Kesalahan pada rol dan bantaian peluru.

    ·  Kesalahan roda gigi/sudut-sudut turbin/daun baling-baling atau kavitasi.

    Pentingnya pemantauan kondisi untuk rencana perawatan :

    ·  Memungkinkan tindakan segera untuk mencegah kerusakan,

    ·  Dapat menunjukkan problem kecil sebelum terjadi kerusakan yang lebih besar.

    ·  Contoh pemantauan kondisi.

    ·  Pemantauan kondisi badan kapal jika system proteksi katode gagal maka korosi akan lebih cepat terjadi pada badan kapal sehingga perlu di lakukan pengukuran dan pengamatan secara interval terhadap kerusakan anod atau cat.

    ·  Pemantauan kehauasan cylinder line di ukur dengan perubahan tahanan listrik kehausan yang di pasang di atas cylinder.

    ·  Pengamatan fungsi piston rin di gunakan sensor induktif dan dipasang pada bagian bawah lin sensor ini akan mengukur jarak antara permukaan linear dan permukaan ring.

    Top overhaul adalah tahapan-tahapan pertama perawatan dan perbaikan untuk pembersihan ,pemeriksaan,pengukuran,penganalisaan,penggantian barang pada semua bagian-bagian /material yang di over haul.pelaksanaannya di lakukan pada saat mesin sudah mencapai antara 2000-4000jam ke TOP OVERHAUL MELIPUTI MATERIAL :

    1.       Kepala cylinder (cylinder hear di buka,di bersihkan.

    2.       Penekan katup lengkap (rocket,bush,pin,bolts).

    3.       Batang pendorong rocker (push rod for rock).

    4.       Katup buang lengkap (exhaust,spindle,seat).

    5.       Bushing batang katup buan.

    6.       Katup petunjuk pembakaran.

    7.       Katup keamanan(safety)

    Major overhaul adalah tahapan perawatan dan perbaikan,pembersihan,penganalisaan,penggantian pada semua bagian-bagian mesin yang bergerak.pelaksanaannya di lakukan pada saat mesin sudah mencapai antara 8.000 jam ke 16.000 jam kerja.

    Major overhaul meliputi :

    1.       Semua material yang di keerjakan saat”stop overhaul”

    2.       Semua material dan bagain yang bergerak pada mesin tersebut yaitu:

    a.       Pelapis cylinnder (cylinder head buka,di bersihkan,di ukur,d catat,di perbaiki.

    b.      Torak dan ring  torak (piston dan ring).

    c.       Kepala silang (croos head)

    d.      Batang torak (connection)

    Perawatan komponen main kompresor 2 tingkat tekanan (low pressuere/hight pressure)

    a.       Periksa/kalitrasi manometer tekanan rendah dan tekanan tinggi (low pressure/high pressure).

    b.      Perawatan perbaikan (overhaul) sesuai jam kerja (running hours) ataupun,sesuai kondisi,lakukan penggantian:pistong ring,metal jalan,metal duduk,dan ganti minyak pelumas secara periodik,sehingga menghasilkan komprasi udara yang tinggi.

    c.       Perawatan dan perbaikan pada low pressure dan high pressure valve,di skeur dengan”fine lapping”pastikan semua klep-klep dalam keadaan baik,kedap/tidak bocor,masih tebal copeer masket,spring valve,sehingga hasil udara komprasi yang tinggi  tidak terbuang percuma.

    d.      Bersihkan air cooler pada low pressure dan high pressure secara priodik.

    e.      Perawatan pada safety valve,regulat,injet dan outlet valve dan semua katup-katup udara secara priodik.

    f.        Lakukan cerat udara sebelum dan sesudah menjalankan kompresor untuk pembuangan sisa-sisa udara dan air kondensat.

    g.       Periksa secara priodik “moving contact” yang terdapat di dalam magnet contactor.

    h.      Kompresor udara yang di gerakkan electro motor harus juga di laksanakan perorating terhadap electro motor dan swich box.

    Pemeriksaan dan perawatan yang di lakukan pada ruangan engkol antara lain :

    ·  Metalid jalan.

    ·  Metalik induk

    ·  Bolt dan rut,

    ·  Spili pin

    ·  LO filter

    ·  LO pump

    ·  Relief valve

    ·  Trush bearing

    Macam-macam pola pemeriksaan biro klasifikasi adalah :

    ·   Pemeriksaan secara luas yaitu membuka semua mesin,misalnya pemeriksaan :

    ·  Crank shalf

    ·  Cylinder head

    ·  Pistong dan ring piston

    ·  Linear

    ·  Valve dan seterusnya

    ·  Pemeriksaan zest berjalan yaitu cukup mensurvey sejumlah komponen bila system pemeliharaan telah di setujui oleh biro klasifikasi maka : survey umum tahunan dapat dikurangi menjadi :

    ·  Survey umum kamar mesin.

    ·  Pengujian fungsi-fungsi yang penting.

    ·  Pengecekan prosedure laporan dalam system perawatan yang berencana.

    ·  Saya mengetahui suatu injektor bahan bakar minyak kurang bekerja dengan baik karena.

    *      Dengan melihat dari asap mesin :

    ·  Asap putih

    ·  Asap putih kebiru-biruan

    ·  Asap hitam

    *      Dapat di dengar dari suara mesin di saat mesin dalam keadaan hidup :

    ·  Suara mesin pincang dan bergetar

    Upaya perbaikan yang di lakukan adalah:

    ü  Injektor di lepas dari cylinder head

    ü  Nozzle dilepas atau di buka dari rumahnya dan di bersihkan

    ü  Jarum nozzle dan ruangannya di bersihkan dengan menggunnakan kimia khusus setelah di anggap bersih

    ü  Nozzle di pasang kembali kemudian diadakan pengetesan dengan menggunakan injektion presurre,setelah tekanan dan pengabut yang di inginkan atau setelah di dapatkan menurut ketentuan tekanan injektor sesuai manual book kemudian injektor di pasang kembali ke cylinder head.

    Data-data yang di perlukan untuk menyusun planned maintenance :

    ·  Dari buku (intruction book) satu mesin dapat di ketahui periode pemeliharaan ada yang 3 bulan,3tahunan dsb.

    ·  Dari kontinuus survey list dapat di ketahui kapan bagian kapal peerlu di overhaul/di periksa

    ·  Dari survey report mungkin ada rekomendasi biro klafisifikasi atau ada saran inspektur pelayaran.

    ·  Dari catatan overhaul yang lalu atau buku catatan maintenance maupul log book mungkin ada hal yang perlu di perhatikan.

    Peranan owner surveyor :

    ·         Ikut mengendalikan dan mengawasi survey repair dan maintenance yang di selenggarakan di atas kapal sbg BTK cukup terkendali.

    ·         Memantau dan evaluasi penyelenggaraan PMS maintenance system

    ·         Memantau masa berlaku sertifikat klas serta sertifikat pemerintah dan DPNKK.

    ·         Bila kapal docking selama docking harus mengawasi pelaksanaan agar tidak menyimpang dari yang di rencanakan termasuk biayanya.

    ·         Memantau dan mengawasi pelaksanaan dari permintaan kapal mengenai survey,repair,maintanance,supply store dan spare part.

    ·         Melayani survey biro klasifikasi BPNKK underwiter surveyor independen surveyor waktu melaksanakan survey di kapal.

    Melaksanakan tugas-tugas lain dari di rektur armada di dalam melaksanakan tugas tsb diatas harus seimbang dengan wwewenang dan tanggung jawab masin-masin.   

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.